Terkait Dugaan Penganiayaan Siswi, Kepala SMP Negeri 4 Tojo Belum Diperiksa, Kasat Reskrim : Menunggu Mediasi

Korban dugaan penganiayaan oleh Kepala SMP negeri 4 Tojo.

LensaSulteng.com, PALU – Kasat Reskrim Polres Tojo Unauna, Iptu Ridwan Umar, memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tojo terhadap seorang siswi berinisial Fr (16).

Meskipun laporan sudah diterima, polisi masih menunggu hasil mediasi sebelum melanjutkan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

Iptu Ridwan Umar menyatakan bahwa laporan polisi mengenai kasus ini diserahkan oleh Polsek Tojo pada 12 Mei 2024.

“Karena Polsek tidak bisa melakukan penyidikan, jadi diarahkan ke Polres Tojo Unauna. Nah, sementara kemarin ada upaya mediasi, namun belum ada kesepakatan. Kita tetap sesuai prosedur dalam penanganan,” jelasnya, Sabtu (18/5/2024).

Menurut Iptu Ridwan, polisi masih menunggu hasil mediasi antara pihak korban dan terduga pelaku.

“Kami menunggu apakah ada upaya mediasi atau apa dari Polsek kemarin. LP-nya sudah diserahkan ke Polres untuk penanganan PPA-nya. Saya menunggu dulu. Untuk pemeriksaan belum. Tetap kami akan menangani sesuai prosedur,” ujarnya.

Iptu Ridwan juga menekankan pentingnya kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan,

“Mungkin ada upaya kekeluargaan atau apa. Kami juga menunggu kemarin. Ketika perkara itu dibuatkan laporan polisinya Polsek tidak bisa menangani, jadi diarahkan ke Polres untuk unit PPA-nya,” lanjutnya.

Terkait pemanggilan saksi, Iptu Ridwan mengungkapkan bahwa surat pemanggilan telah dilayangkan.

“Untuk pemanggilannya kami sudah layangkan suratnya. Karena jarak antara Polres sama Polsek ini kan lumayan jauh juga. Tapi ini tidak menyurutkan pelaksanaan tugas kami. Tetap kita selesaikan,” tegasnya.

“Jika waktunya batasnya dipanggil, dia kan 3 hari setelah diterimanya aduan itu, laporan polisi. Dan kami pun akan didampingi oleh pihak terkait untuk pemeriksaan itu. Mungkin kita ambil keterangan dulu kepada anak atau saksi-saksi yang ada,” tambahnya.

Iptu Ridwan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengikuti perkembangan dan memastikan penanganan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum.

“Kami juga menunggu peran BABIN dan Polsek karena wilayah mereka. Bagaimana perkara itu, apakah bisa diselesaikan secara kekeluargaan dari mereka atau tidak,” jelasnya.

Keluarga korban, melalui perwakilannya Samsurijal Labatjo, telah mendesak agar kasus ini segera ditangani dengan serius.

Mereka menegaskan bahwa jika tidak ada tindakan dari Polres Tojo Unauna, mereka akan mengajukan pengaduan ke Propam Polda Sulteng dan Propam Mabes Polri.

Kasus ini telah menarik perhatian luas, baik dari masyarakat maupun aktivis perlindungan anak, yang mengecam tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan dan menuntut agar pelaku segera diadili.

Dengan proses hukum yang tengah berjalan, diharapkan keadilan bagi Fr segera ditegakkan dan semua pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk menyelesaikan kasus ini dengan tuntas dan adil.(abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *