TOUNA – Hari ini Tojo Una-una sedang diuji.Bukan hanya oleh tantangan ekonomi,melainkan oleh integritas para pemangku kebijakan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Aroma tidak sedap menyeruak dari proyek pembebasan lahan Sekolah Rakyat,sebuah proyek yang semestinya menjadi mercusuar harapan bagi pendidikan anak bangsa di daerah ini. Dugaan adanya mark-up atau penggelembungan harga lahan bukan sekadar isu administratif biasa. Ini adalah penyelewengan hak rakyat yang sangat melukai rasa keadilan.Namun di tengah riuhnya dugaan skandal ini, kita justru melihat pemandangan yang ironis, Kesunyian dari gedung DPRD Touna. Mandulnya Fungsi Pengawasan dalam kasus pembebasan lahan Sekolah Rakyat ini patut di pertanyakan.Seharusnya DPRD menjadi garda terdepan yang memanggil pihak eksekutif memeriksa dokumen dan memastikan setiap rupiah uang negara digunakan dengan benar. Absennya tindakan nyata dari para legislator memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat apakah mereka benar-benar tidak tahu atau justru memilih untuk menutup mata ? Sorotan Khusus untuk Fraksi Gerindra Secara khusus mata publik kini tertuju pada anggota dewan dari Partai Gerindra, Mengapa ? karena Sekolah Rakyat adalah salah satu program strategis yang sejalan dengan semangat nasional yang sering digaungkan oleh pimpinan pusat mereka.Sebagai partai yang memegang mandat besar dari rakyat,kader Gerindra di DPRD Touna seharusnya memiliki beban moral yang lebih besar untuk mengawal proyek strategis ini.
Bungkamnya suara mereka dalam kasus dugaan mark-up ini menjadi kontradiksi yang menyakitkan. Jika di pusat mereka bicara tentang ketegasan dan perlindungan aset negara mengapa di daerah mereka justru terkesan mendiamkan dugaan kerugian negara di depan mata ? Rakyat Touna tidak butuh wakil yang hanya datang duduk diam dan menerima tunjangan. Rakyat butuh keberanian anggota DPRD untuk membongkar kotak pandora di balik pembebasan lahan Sekolah Rakyat.Jika DPRD Touna terutama dari partai gerindra tetap bungkam maka jangan salahkan jika masyarakat menarik kesimpulan bahwa DPRD telah gagal total menjalankan fungsinya. Diamnya dewan adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan pemilih.Sudah saatnya DPRD Touna bangun dari tidur panjangnya. Buktikan bahwa kalian masih bekerja untuk rakyat bukan untuk kepentingan kelompok atau sekadar mengamankan posisi masing-masing. Bongkar dugaan mark-up pengadaan lahan Sekolah Rakyat atau biarkan sejarah mencatat kalian sebagai dewan yang paling abai terhadap masa depan pendidikan Tojo Una-Una. (HK)
(Penulis adalah Pemerhati Sosial dan Politik Kabupaten Tojo Una-una)












